A Subjective List of 20 best Indie Rock and Whatnots albums of 2011

List ini saya bikin kemarin atas paksaan dari teman-teman di majalah sintetik, sebenarnya. Seperti judul di atas, list ini cukup subjektif, 20 album yang paling saya suka di tahun 2011. Tahun ini tidak terlalu buruk untuk musik, sebenarnya, asal kamu mendapat kesempatan menemukan album-album bagus. Seringnya arus informasi datang begitu cepat dan bertubi-tubi, sehingga kita bingung memilah mana karya yang bagus dan mana yang tidak bagus, terlebih lagi untuk karya-karya yang tidak mainstream.

Satu hal yang sangat saya nikmati tahun ini adalah perkembangan signifikan dari revival 90s emo, dengan munculnya band-band yang terinfluens Sunny Day Real Estate, American Football, Texas is the Reason, The Promise Ring dan lain-lain, yang kemudian merilis album-album keren yang bukan hanya sekedar copy paste dari influens mereka. Okay, silahkan nikmati list saya, yang sekali lagi, purely subjective, dan not in particular order :)

a subjective list of the best indie rock and whatnots albums of 2011

 


Bon iver – Bon Iver
Jagjaguwar

Album ini berputar puluhan kali di media player saya, sebagian besar pada larut malam dan dini hari, semacam menjadi soundtrack kesendirian yang dingin nan megah. Album ini berhasil membangun sebuah dunia yang memukau lewat layer-layer vokal, instrument minimalis yang terdengar kompleks, dan emosi yang terdengar jujur.

 


The wonder years – Suburbia I’ve Given you All and Now I’m Nothing
No Sleep record

Sebuah concept album pop punk, terinspirasi dari puisi generasi beat Allen Ginsberg, America. Ini bukan album pop punk klise untuk anak-anak. Dipenuhi humor-humor yang cenderung gelap dan self-deprecated, serta referensi budaya pop yang sangat kaya, dan penulisan lirik yang luar biasa, album ini bisa dibilang ditujukan bagi pemuda usia 20an yang mencari sebuah tempat yang bisa disebut ‘rumah’.

 


Polar Bear Club – Clash Battle Guilt Pride
Bridge 9

Bisa jadi album terbaik Polar Bear Club. Tidak ada lagu yang percuma di album ini, semua begitu mengalir, dari lagu pertama, Pawner yang membangun suasana secara pelan namun pasti, hingga penutup 3-4 Tango, yang menghentak sekaligus sedikit melankolis. Satu hal yang pasti, album ini terdengar lebih pop dari dua album mereka sebelumnya, namun itu sama sekali tidak buruk, malah sebaliknya, mereka berhasil menulis lagu-lagu yang lebih pop namun tidak lantas jadi generik dan membosankan.

 


La Dispute – Wildlife
No Sleep record

Album ini punya satu lagu yang saya berani bilang termasuk salah satu lagu terbaik tahun ini. Saya tidak akan bilang lagu apa itu, coba dengarkan dan kamu pasti tahu maksud saya. La Dispute merilis album kedua yang sangat emosional, dengan musik yang berganti-ganti antara bising dan melankolis, teriakan vokal yang seolah diteriakkan di depan wajahmu, dan diselingi spoken words yang sangat brilian. Tapi crown jewel album ini adalah di storytelling lirik yang mampu membuat pendengarnya merasa emotionally exhausted setiap kali mendengarnya.

 


Touche Amore – Parting the Sea Between Brightness and Me
Deathwish record

Hands down, ini adalah album hardcore/post hardcore terbaik tahun ini. Jeremy Bolm adalah seorang penulis lirik dan vokalis yang luar biasa, menuliskan lirik-lirik jujur yang brutal, dan meneriakkannya sepenuh hati. Lagu-lagu di album ini kebanyakan berdurasi dibawah 2 menit, tapi semua akan meninggalkan efek yang mendalam dan bertahan lama bagi siapapun yang mendengarnya.

 


Laura Stevenson and the Cans – Sit Resists
Don Giovanni record

Laura Stevenson dulu adalah salah satu dari sekian banyak kolaborator Jeff Rosenstock di Bomb the Music Industry!. Mendengar album ini sepertinya saya jadi yakin bahwa unsur-unsur pop melodius di tengah-tengah musik ska yang bising dan frantik di BTMI sangat dipengaruhi oleh Laura Stevenson. Album ini sepenuhnya berisi lagu-lagu manis yang menghanyutkan, ala She and Him (?) namun dengan instrumentasi yang lebih kaya. Cocok didengarkan di sore hari yang cerah, dengan secangkir minuman hangat.

 


Bomb the Music Industry! – Vacation
Quote-Unquote record/Really record

Di album terbaiknya, Bomb The Music Industry sepenuhnya meninggalkan ska dan merangkul Beach Boys. Album ini seperti sebuah album tentang liburan super menyebalkan yang malah membuatmu merasa kacau, dan kemudian sadar bahwa itu adalah hidupmu. Bagi pendengar sepintas, album ini terdengar ceria dan bahagia, namun dibawah nada-nada ceria itu Jeff Rosenstock menyanyikan lirik-lirik abu-abu tentang kematian, terjatuh dari sepeda dan berdarah-darah, tenggelam di kasur, dan melihat keluar jendela selama sebulan penuh.

 


Night Birds – the Other Side of Darkness
Grave Mistake record

Entah dari mana, Night Birds tiba-tiba muncul dan merilis sebuah album punk liar yang terdengar bagai sebuah album brilian yang lupa dirilis oleh Dead Kennedys. Dipenuhi lagu-lagu singkat padat dengan tema-tema gelap dan apokaliptik bergaya 80s hardcore punk dan pengaruh surf punk yang kental, ini adalah salah satu album punk rock terbaik tahun ini.

 


Tom Waits – Bad as Me
Anti-

Bad as Me memiliki segalanya bagi semua orang yang suka Tom Waits. Ada lagu balada menghanyutkan seperti album-album awalnya, ada lagu-lagu eksperimental dengan vokal Cookie Monster, yang buat beberapa orang mungkin terdengar aneh, dan lagu-lagu blues rock dengan karakter unik Tom Waits. Sangat cocok sebagai sebuah album introduksi bagi pendengar baru kepada dunia musikal Tom Waits yang aneh dan luar biasa.

 


James Blake – James Blake
Atlas/A&M

Jika di dalam negeri ada tren boy band yang cukup membuat pusing setiap kali menyalakan televisi, di luar negeri tren Drum n Bass bisa dibilang mengalami hal serupa. Di luar sana, DnB mengalami tingkat popularitas yang bisa dibilang menggelikan, dengan para penggemar abg yang sangat menyebalkan (coba lihat komen-komen abg di video-video DnB di youtube). Tapi James Blake adalah salah satu dari beberapa anomali tren DnB (dengan SBTKRT, mungkin), sebuah bukti bahwa hanya karena sesuatu itu tren, bukan berarti lantas jadi otomatis jelek. Ini adalah sebuah album elektronik dengan pengaruh DnB, yang cocok didengar sendirian di jam-jam setelah tengah malam. Coba saja shuffle dance dengan backsound musik ini, kalau bisa. Ha.

 


J Mascis – Several Shades of Why
Sub Pop

Frontman salah satu band favorit saya sepanjang masa, Dinosaur Jr, merilis sebuah album akustik yang menyentuh. J Mascis dikenal karena lick-lick gitar khasnya yang meraung-raung namun juga menghanyutkan, dan di album ini bisa dibilang itu tidak ada. Album ini tidak memiliki kebisingan mentah dan noise-noise ala Dinosaur Jr. Yang tersisa adalah melodi dan lirik-lirik menyentuh yang dinyanyikan sepenuh hati. Kover album ini juga salah satu kover terbaik tahun ini, menurut saya.

 


Smith Westerns – Dye it Blonde
Fat Possum record

Di album Dye it Blonde, Smith Westerns terdengar seperti band Britpop brilian yang menulis album dengan pengaruh glam rock 70an ala T-Rex, David Bowie maupun Roxy Music, minus fashion yang gemerlap.

 


the Pains of Being Pure at Heart – Belong
Slumberland

Di album kedua the Pains of Being Pure at Heart ini, yang berwarna bukan cuma sampulnya. Lagu-lagunya terdengar lebih variatif, dengan instrumentasi yang terdengar jelas, dan produksi yang sangat baik. Album ini menjadi bukti bahwa the Pains of Being Pure at Heart lebih dari sekedar band 90s indies revival sepintas.

 


Thursday – No Devolucion
Epitaph

Beberapa bulan setelah rilis album ini, Thursday mengumumkan bahwa mereka akan vakum untuk waktu yang tidak ditentukan. Thursday mengakhiri karir post hardcore brilian mereka selama satu dekade ini dengan nada tinggi, dengan sebuah album penutup yang luar biasa. Album yang sangat atmosferik, kadang menghantam, kadang menghanyutkan.

 


Into It. Over It – Proper
No Sleep Record

Ini adalah tahun yang cukup sibuk bagi Evan Weiss, otak Into It. Over It. dia merilis satu album penuh, satu album kompilasi, dan beberapa split dan mini album dengan beberapa band lain. Sebuah album emo/post hardcore yang lebih dari sekedar revival 90s emo, album ini adalah sebuah testimony bahwa Evan Weiss adalah seorang penulis lagu dan penyanyi brilian, the next Chris Carabba, mungkin, atau bahkan lebih.

 


Gates – the Sun will Rise and Lead Me Home
Self Released

Coba bayangkan musik post rock menghanyutkan ala explosion in the sky, dengan tambahan vokal dengan penjiwaan yang baik, Seperti itu kira-kira musik gates. Atmosferik, luas, emosional. Ini adalah album perdana mereka yang digratiskan secara online.

 


Joyce Manor – Joyce Manor
6131 record

Di album pertamanya, Joyce Manor membuat banyak orang tercengang. Mereka memadukan semangat hardcore dan punk remaja yang kasar dan melodi-melodi power pop 90an. Seperti kombinasi Jawbreaker dan Weezer, yang terdengar modern dan kekinian, namun jauh dari kesan dangkal dan generik. Album terbaik tahun ini versi situs musik favorit saya, Punknews.org

 


Mastodon – the Hunter
Roadrunner Record

Sebuah album senang-senang dari band metal terbaik abad ini, yang membuat banyak orang senang.

 


the Horrible Crowes – Elsie
Side One Dummy Record

The Horrible Crowes adalah proyek sampingan Brian Fallon, vokalis the Gaslight Anthem. Band ini sekilas terdengar seperti versi lebih manis dan pelan dari Gaslight Anthem, memainkan musik soul/folk/ballad/punk yang catchy dan menghanyutkan. Dan seperti biasa vokal Brian Fallon terdengar seperti menghantui, seperti seorang murid sempurna dari crooner legendaris seperti Tom Waits, Bruce Springsteen, atau Neil Young.

 


Rival Schools – Pedals
Photo Finish Record

Setelah penantian selama hampir sepuluh tahun, Band post hardcore semi legendaris Rival Schools kembali dengan album brilian, Pedals. Sebuah penantian yang tidak sia-sia, meski saya harap album mereka berikutnya akan dirilis sebelum dekade ini berakhir.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to A Subjective List of 20 best Indie Rock and Whatnots albums of 2011

  1. Avatar of Rian Piarna says:

    unik2 covernya ya?

Leave a Reply